Selasa, 25 Oktober 2016

paper akuntansi biaya semester 3


TUGAS PAPER

MATA KULIAH AKUNTANSI BIAYA

Dosen pembimbing:

Bpk dadieng kurniawan, SE. MSA

 

 

IMG_20151004_145437.jpg

 

Oleh

Kurrota a’yun (1561201049)

PROGAM STUDI MANAJEMENT

FAKULTAS EKONOMI DAN ILMU SOSIAL

UNIVERSITAS ISLAM RADEN RAHMAT

KEPANJEN MALANG

2016

 BAB I

PENDAHULUAN

1.      LATAR BELAKANG

Setiap masalah pencatatan perhitungan kekayaan pasti mempunyai tujuan apa yang ingin dicapai oleh suatu perusahaan. Dan dalam hal ini mulai di butuhkan sejak manusia mengenali arti nilai suatu barang dan alat tukar. Sejak mengenal nilai arti suatu barang, manusia melakukan tukar- menukar barang dengan memperhatikan nilai barang dan memerlukan pencatatan perhitungan kekayaan. Seiring dengan adanya masa globalisasi, pencatatan terus berkembang dari waktu ke waktu sampai kemajuan peradaban manusia. Pencatatan ini sering kali di sebut sistem akuntansi. Sistem akuntansi yang di gunakan yaitu akuntansi biaya yang di pakai dalam dunia usaha saat ini yang di kemukakan oleh lucas paciolo pada tahun 1494 dari itali. Akuntansi biaya merupakan penentuan harga pada suatu produk yang di lakukan dengan pencatatan, penggolongan, penyajian teransaksi biaya dengan cara- cara tertentu serta penafsiran terhadapnya. Dengan demikian penjelasan akuntansi biaya akan di bahas secara rinci berikutnya.

 

2.      TUJUAN

1)      Untuk mengetahui definisi akuntasi biaya secara lebih luas.

2)      Untuk mengetahui penjelasan akuntansi biaya lebih mendalam.

3)      Untuk mengetahui fungsi tertentu dari akuntansi biaya.

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

PEMBAHASAN

       I.            Pengertian akuntansi biaya

adalah suatu proses pencatatan, penggolongan, peringkasan, dan penyajian biaya pembuatan dan penjualan produk atau jasa dengan cara- cara tertentu serta penafsiran terhadapnya. Akuntansi biaya dalam arti luas adalah pengorbanan sumber ekonomis, yang di ukur dalam satuan uang, yang telah terjadi untuk mencapai tujuan tertentu. Dalam arti sempit merupakan bagian dari harga pokok yang di korbankan dalam usaha untuk memperoleh penghasilan. Jadi dapat di kutip lebih rinci akuntansi biaya adalah proses pencatatan, penggolongan, peringkasan, dan penyajian biaya pembuatan dan penjualan produk atau jasa secara sistematis dalam transaksi biaya di sertai penyajiannya dalam laporan akuntansi.

    II.            Perbedaan akuntansi manajemen dan akuntansi.

Akuntansi manajemen

1.    Fokus pengguna internal

2.    Tidak ada aturan yang mengikat

3.    Informasi keuangan dan non keuangan bersifat subjektif

4.    Penekanan pada masa mendatang

5.    Evaluasi dan keputusan internal di dasarkan atas informasi yang sangat terperinci

6.    Sangat luas

Akuntansi biaya

1.         Fokus pengguna eksternal

2.         Harus mengikuti aturan tertentu dari pihak eksternal

3.         Informasi keuangan bersifat objektif

4.         Penekanan pada masa lalu

5.         Informasi mengenai perusahaan secara keseluruhan

6.         Lebih terperinci

 

 III.            Fungsi dari akuntansi biaya

1.         Melakukan perhitungan dan pelaporan biaya pokok suatu produk

2.         Memperinci biaya atau harga pokok produk pada segenap unsurnya

3.         Memberikan informasi dasar untuk membuat perencanaan biaya dan beban

4.         Memberikan data bagi proses penyusunan anggaran

5.          Memberikan informasi biaya bagi manajemen guna di pakai dalam       pengendalian manajemen

 

 IV.            Macam- macam pengklarifisikan biaya

1.         Penggolongan biaya menurut objek pengeluaran

Nama objek pengeluaran adalah dasar penggolongan biaya. Misalnya bahan bakar, maka seluruh pengeluaran yang terkait dengan bahan bakar disebut dengan biaya bahan bakar.

2.      Penggolongan biaya menurut fungsi pokok perusahaan

Dalam perusahaan manufaktur ada beberapa fungsi yang dapat di kelompokkan menjadi 3 bagian:

1)      Biaya produksi yaitu merupakan biaya yang terjadi untuk mengolah bahan baku menjadi prodauk jadi yang siap untuk di jual. Biaya produksi di bagi dua yaitu:

a)        Biaya bahan baku yaitu merupakan biaya yang di keluarkan terkait dengan bahan baku pembuatan produk.

b)        Biaya tenaga kerja langsung. Merupakan biaya yang di keluarkan dapat di perhitungkan secara langsung terhadap aktifitas tingkatan produksi. Biaya ini juga mudah teridentifikasi karena besar kecilnya biaya ini terkait pada aktifitas produksi. Contohnya: upah buruh pabrik, upah buruh angkot dan upah lain- lain.

c)        Biaya overhead pabrik. Misalnya:

Ø Tenaga kerja tidak langsung yaitu biaya yang di keluarkan tidak dapat di perhitungkan secara langsung terhadap aktifitas produksi. Contohnya: gaji karyawan yang bekerja dalam departemen pembantu, seperti departemen pembangkit tenaga listrik, uap, bengkel dan lain- lain.

Ø Biaya bahan mentah tidak langsung (bahan penolong)

Ø Biaya reparasi dan pemeliharaan yaitu berupa biaya suku cadang, biaya bahan habis pakai, dan harga perolehan jasa dari pihak luar perusahaan untuk keperluan perbaikan dan pemeliharaan perumahan, bangunan pabrik, mesin, dsb.

2)      Biaya pemasaran yaitu merupakan biaya yang terjadi untuk melaksanakan pemasaran produk. Contohnya: biaya iklan, biaya promosi, biaya angkutan dari gudang ke gudang pembeli, gaji karyawan, dsb.

3)        Biaya administrasi dan umun yaitu merupakan biaya untuk mengkoordinasikan kegiatan produksi dan pemasaran produk. Contoh: biaya gaji karyawan bagian keuangan, akuntansi, personalia, dan bagian hubungan masyarakat, biaya foto copy, dsb.

3.      Penggolongan biaya menurut hubungan biaya dengan sesuatu yang di biayai.

Sesuatu yang di biayai dapat berupa produk atau departemen. Dalam hubungannya dengan sesuatu yang di biayai, di bagi menjadi 2 bagian yaitu:

a)   Biaya langsung yaitu biaya yang terjadi yang penyebab satu- satunya adalah karena adanya sesuatu yang di biayai. Misalnya: biaya produksi langsung terdiri dari biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja langsung.

b)   Biaya tidak langsung yaitu biaya yang terjadinya tidak hanya di sebabkan oleh sesuatu yang di biayai. Misalnya: biaya produksi tidak langsung atau overhead pabrik dan biaya tidak langsung yang terjadi di suatu departemen.

4.    Penggolongan biaya menurut perilakunya dalam hubungannya dengan perubahan volume kegiatan.

Biaya ini di bagi menjadi beberapa bagian:

a)   Biaya variable yaitu biaya yang jumlah totalnya berubah sebanding dengan perubahan volume kegiatan. Contoh: biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung.

b)   Biaya semivariabel yaitu biaya yang berubah tidak sebanding dengan perubahan volume kegiatan. Biaya semivariabel mengandung unsure biaya tetap dan biaya variable.

c)   Biaya semifixed yaitu biaya yang tetap untuk tingkat volume kegiatan tertentu dan berubah dengan jumlah konstan pada volume produksi tertentu.

d)  Biaya tetap yaitu biaya yang jumlah totalnya tetap dalam volume kegiatan tertentu. Contoh: biaya gaji.

5.    Penggolongan biaya atas dasar jangka waktu manfaatnya yaitu:

a)    Pengeluaran modal adalah biaya yang mempunyai manfaat lebih dari satu periode akuntansi. Pengeluaran modal ini pada saat terjadinya di bebankan sebagai harga pokok aktiva dan di bebankan dalam tahun- tahun yang menikmati manfaatnya dengan cara di depresiasi, dsb.

b)   Pengeluaran pendapatan adalah biaya yang hanya mempunyai manfaat dalam periode akuntansi terjadinya pengeluaran tersebut. Pada saat terjadinya, pengeluaran pendapatan ini, di bebankan sebagai biaya dan di pertemukan dengan pendapatan yang di peroleh dari pengeluaran tersebut.

                                                                          BAB III

PENUTUP

Kesimpulan

akuntansi biaya adalah proses pencatatan, penggolongan, peringkasan, dan penyajian biaya pembuatan dan penjualan produk atau jasa secara sistematis dalam transaksi biaya di sertai penyajiannya dalam laporan akuntansi.

 Fungsi dari akuntansi biaya:

1)      Melakukan perhitungan dan pelaporan biaya pokok suatu produk

2)      Memperinci biaya atau harga pokok produk pada segenap unsurnya

3)      Memberikan informasi dasar untuk membuat perencanaan biaya dan beban

4)      Memberikan data bagi proses penyusunan anggaran

5)      Memberikan informasi biaya bagi manajemen guna di pakai dalam pengendalian manajemen

Macam- macam pengklarifisikan biaya:

1)      Penggolongan biaya menurut objek pengeluaran

2)      Penggolongan biaya menurut fungsi pokok perusahaan

3)      Penggolongan biaya menurut hubungan biaya dengan sesuatu yang di biayai.

4)      Penggolongan biaya menurut hubungan biaya dengan sesuatu yang di biayai. Penggolongan biaya menurut perilakunya dalam hubungannya dengan perubahan volume kegiatan.

5)      Penggolongan biaya atas dasar jangka waktu manfaatnya

 

 

 

 DAFTAR PUSTAKA

Mulyadi,1993,akuntansi biaya,edisi ketiga,Yogyakarta: BPFE universitas gunadarma.

Firdaus A. Dunia,1994,akuntansi biaya,Buku Satu Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia,Jakarta.

Tresno lesmono,1998,akuntansi biaya,Yogyakarta: Academia Akuntansi YKPN.